Home Berita Utama Ketua SEMA FDK UIN Ar-Raniry: Presma Unsyiah Jangan Buat Malu Aceh

Ketua SEMA FDK UIN Ar-Raniry: Presma Unsyiah Jangan Buat Malu Aceh

300
0
Muammar Hidayatullah ( Ketua SEMAF Dakwah dan Komunikasi). *Foto: Alja

BANDA ACEH – Ketua Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry Banda Aceh Muammar Hidayatullah mengatakan bahwa Presiden Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) telah mencoreng nama baik bangsa Aceh dan membuat malu para leluhur orang Aceh.

Muammar mengatakan, bahwa Presiden Mahasiswa Unsyiah telah mengatakan statement yang menimbulkan kontra dikalangan masyarakat Aceh. Menurut beliau, Presiden Mahasiswa Unsyiah telah mengeluarkan statement yang memalukan karena meminta Aceh dijadikan sebagai Ibu Kota Republik Indonesia, dan jika hal tersebut tidak terwujud, maka Presiden Mahasiswa Unsyiah meminta agar emas di Monumen Nasional (Monas) dikembalikan ke Aceh.

“Saya rasa Presiden Mahasiswa Unsyiah harus belajar tentang budaya dan sejarah Aceh, apalagi beliau juga bukan orang Aceh, tidak layak beliau asal meminta emas leluhur Aceh dikembalikan. Sedangkan masyarakat Aceh sendiri ikhlas memberikan emas yang kini ada di puncak Monas. Orang Aceh, kalau sudah bersedekah, tidak akan pernah minta kembali karena kami tau bahwa itu perbuatan yang buruk dalam agama Islam” tegasnya, Sabtu (31/08/2019).

Muammar juga mendesak supaya Presiden Mahasiswa meminta maaf kepada seluruh masyarakat Aceh supaya masalah inu cepat selesai.

Ia juga mengatakan, bahwa jika tidak segera meminta maaf maka ditakutkan akan mencoreng nama baik Unsyiah yang telah dinobatkan sebagai Kampus Jantung Hate Rakyat Aceh.

“Saya minta kepada Rival Perwira selaku Presma Unsyiah agar minta maaf. Jika tidak, nanti saya takutkan nama Unsyiah akan tercoreng dengan statement yabg terkesan konyol begitu, Presma Unsyiah jangan buat malu Aceh” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here