Home Agama Aliansi Mahasiswa Aceh ingin Menteri Agama Pulang Kampung terkait Pro Kontra Larangan...

Aliansi Mahasiswa Aceh ingin Menteri Agama Pulang Kampung terkait Pro Kontra Larangan Cadar dan Celana Cingkrang

116
0

Advokasirakyat.id | Banda Aceh – Beberapa lembaga mahasiswa berkumpul di Kantin Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry Banda Aceh, mereka yang berkumpul diantaranya Muhammad Hasbar Kuba Koordinator Kaukus Peduli Aceh, Isra Fuadi Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Siemeulu, T. Wariza Aris Munandar Ketua Komisariat Cut Meutia Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia Cabang Banda Aceh, dan Irsal Hadi Wakil Ketua DPW Fopbindo Aceh, serta Muhammad Haykal Mahasiswa Hukum Tata Negara UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Dalam rilis yang dikirim ke Advokasirakyat.id Ini, Muhammad Hasbar Kuba mengatakan Fahrul Razi selaku menteri Agama Republik Indonesia harus menjelaskan kepada masyarakat Aceh terkait isu larangan celana cingkrang dan cadar di instansi pemerintahan karena dianggap melanggar HAM.

“Kita berharap, bapak menteri agama pulang ke kampunglah sesekali, agar bisa menjelaskan apa urgensi dari peraturan larangan cadar dan celana cingkrang tsb, mengingat 90 persen rakyat Aceh beragama Islam dan sangat banyak pengguna cadar dan celana cingkrang di Aceh” Ujar Koordinator Kaukus Peduli Aceh

Selain itu T. Wariza Aris Munandar mengatakan bahwa seharusnya menteri agama lebih mengutamakan hal-hal yang penting terlebih dahulu seperti persoalan haji, toleransi beragama yang harus dijaga di Indonesia, jangan justru membuat statement yang membuat kontroversi dikalangan masyarakat sehingga masyarakat terusik kenyamanannya.

Isra Fuadi, selaku ketua paguyuban Simeulue mempertanyakan kenapa menteri agama membuat aturan larangan cadar dan celana cingkrang tapi membiarkan wanita tanpa hijap dan berbikini berkeliaran serta tidak dilarang.

Sementara itu Wakil Ketua DPW Fopbindo menyatakan bahwa larangan cadar dan celana cingkrang merupakan suatu tindakan yang diskriminatif terhadap kelompok agama tertentu karena sejatinya hal tersebut (menggunakan cadar dan celana cingkrang) bukanlah perbuatan kriminal dan tidak mengganggu ketertiban umum serta tidak melanggar hak orang lain dan selayaknya lembaga kementerian agama lebih mementingkan unsur toleransi terhadap kebijakan yang dikeluarkan terhadap hal ini. (Agus/Rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here