Home Berita Utama Phounna : Pak Plt dan BPSDM Aceh Jangan Seperti Cina Satu Gedung

Phounna : Pak Plt dan BPSDM Aceh Jangan Seperti Cina Satu Gedung

218
0
Rahmatun Phonna (Aktivis Muda Perempuan Aceh). *Alja

Advoksirakyat.id | BANDA ACEH – Setelah Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengeluarkan instruksi memerintahkan Inspektur untuk memeriksa Tim Beasiswa Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh terkait penerima beasiswa Pemerintah Aceh tahun 2019, malah pihak BPSDM dengan lantang mengeluarkan pengumuman hasil seleksi calon penerima beasiswa tersebut.

Demikian disampaikan Aktivis Perempuan Aceh, Rahmatun Phounna, melalui pers rilis yang diterima media ini, Sabtu (16/11/2019). Dirinya meminta kepada Plt Gubernur dan BPSDM Aceh jangan seperti ‘Cina Satu Atap’ (Pribahasa Aceh).

“Plt dan pihak BPSDM sama sekali tidak ada niat untuk memperbaiki sistem penerimaan calon Beasiswa yang bersumber dari uang Rakyat Aceh, Plt dan BPDSM ‘Bek Lagee Cina Saboh Geudong: (Plt Gubernur dan BPSDM Aceh jangan seperti Cina Satu Atap),” ujar Phounna sapaan akrab Rahmatun Phounna.

Hal itu, lanjut Phounna, terbukti ketika instruksi Plt (Nova Iriansyah) beberapa waktu yang lalu melalui Juru bicara Pemerintah Aceh, Saifullah Abdul Agani (SAG), tidak pernah dibuka ke publik, siapa saja yang terlibat dalam permainan penentuan penerima Beasiswa BPSDM Aceh tahun 2019.

“Padahal Plt sendiri telah memerintahkan tim untuk mengusut tuntas pihak-pihak di BPSDM, dan menindak oknum-oknum yang telah mempermainkan uang rakyat,” tegasnya.

Dirinya melihat, sistem yang dijalankan oleh pihak BPSDM sangat aneh, tiba-tiba nama-nama calon penerima sudah diumumkan. Seharusnya, menurut Phounna, yang harus dibuka dahulu ke publik adalah pihak-pihak yang telah merusak tatanan biokrasi di BPSDM Aceh.

“Ketika persoalan tersebut muncul di media dan menghebohkan publik, Plt (Nova Iriansyah) langsung memberi intruksi melalui SAG dan memerintahkan agar masalah itu diusut, tapi sampai hari ini, kita belum melihat hasil apa yang telah diusut, siapa yang bermain dan bagaimana fakta yang sebenarnya tentang dugaan adanya permainan dalam penyaluran beasiswa kepada mahasiswa calon penerima,” kata Phounna.

“Kalau saya menilai, ini hanya sebatas basa-basi Plt (Nova Iriansyah) untuk meredam sorotan publik,” pungkasnya.

Oleh sebab itu, Aktivis Perempuan Aceh ini, mengingatkan kepada Jubir (SAG) tersebut untuk tidak main-main, apalagi dengan mengeluarkan pernyataan pembelaan terhadap Pemerintah Aceh, jika pernyataan tersebut hanya untuk membohongi dan membodohi publik.

Lebih lanjut, Phounna mengatakan, kalau memang pernyataan sebelumnya bukan pembodohan dan pembohongan publik, pihaknya, meminta kepada Pemerintah Aceh untuk menyampaikan kepada publik dugaan permainan di BPSDM Aceh.

“Sudah sejauh mana kasus ini ditindak lanjut oleh pihak inspektur Plt, kami ingin Plt menjalankan semua omongan yang telah disampaikan kepublik, siapa pun dia yang terlibat dalam pengaturan calon penerima Beasiswa BPSDM harus ditindak secara hukum, Plt jangan coba-coba membela pihak-pihak yang telah bermain kotor dengan uang rakyat Aceh,” imbuhnya.

Sebelumnya, Plt. Gubenur melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Saifullah Abdul Agani menyampaikan, sudah memerintahkan Inspektur untuk memeriksa Tim Beasiswa Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM Aceh) terkait seleksi administratif calon penerima beasiswa Pemerintah Aceh tahun 2019, yang disebut-sebut meluluskan calon yang tidak memenuhi persyaratan.

“Pak Nova (Plt Gubernur) mendapat laporan banyak pihak yang menduga terjadi inkonsistensi dalam proses seleksi administrasi calon penerima beasiswa tahun 2019 di BPSDM Aceh,” kata SAG sapaan akrab Saifullah Abdul Agani, usai menerima arahan dari orang nomor satu Aceh yang sedang di Bengkulu untuk memotivasi pesepak bola Aceh berlaga dengan tim tuan rumah di Final Porwil 2019. (Alja)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here