Home Agama Minat Baca Generasi Aceh Lemah, Sekolah Literasi Adakan Kuliah Umum Kali Kedua

Minat Baca Generasi Aceh Lemah, Sekolah Literasi Adakan Kuliah Umum Kali Kedua

218
0
Minat Baca Generasi Aceh Lemah, Sekolah Literasi Adakan Kuliah Umum Kali Kedua. (Alja)

Advokasirakyat.id | Banda Aceh – Sekolah Literasi kembali menggelar “Kuliah Umum dan Kuliah Literasi” bertempat di Aula Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Jln T nyak Arief Kopelma Darusalam, Jum’at (03 Januari 2020)

Kegiatan ini di ikuti oleh 130 Orang dari berbagai unsur, baik dari mahasiswa, LSM, dan umum lainnya. Acara ini juga menghadirkan pemateri Nasional sekaligus pimpinan redaksi RMOL (Ruslan Tambak) dan juga pendiri sekolah literasi (H.Fachrul Razi MIP), Jelas Ridha selaku ketua panitia.

Kendati demikian, Koordinator Sekolah Literasi (Aljawahir, S.Sos) dalam sambutan pembukaan menyampaikan sekolah literasi yang pertama Kita pernah mencetak kader sebanyak 101 Orang dan Alhamdulillah sampai sekarang masih bertahan sudah menulis di berbagai media lainnya, Jelasnya.

Harapannya kedepan Kader kita wajib membaca lebih (Kepung Perpustakaan), tuangkan dalam tulisan, dan seringlah mengulang-ngulang dalam berbicara, sehingga apapun isu yang berkembang harus di analisa dan di uraikan dalam tulisan atau berbicara singkron dengan kondisi saat ini, Tambahnya.

Selanjutnya dalam paparan materi the power of literasi, H.Fachrul Razi MIP menyampaikan literasi anak Milenial khususnya Aceh sekarang masih lemah sekali, dan jikalau ini terusan kita budayakan maka pastikan generasi Aceh dimasa yang akan datang akan terdokrin dengan isu yang negatif selalu, Papar Fachrul.

Atas dasar itu, hemat saya perlunya Sekolah Literasi ini bukanlah untuk sesaat namun untuk kita, generasi kita dimasa yang akan datang. “Kuasai lah informasi, sehingga kalian bisa mengenal dunia secara nyata, upayakan diri kalian selalu menulis, optimalkan pemikiran kalian dalam berliterasi, dan pastikan kalian akan mendapatkan sesuatu yang berbeda dari sebelumnya.”

Pesan Fachrul di Akhir sesi materi, Jadilah kader yang selalu siap dalam literasi, dan kedepan kita akan melakukan praktik nyata bagaimana metode baca cepat, menulis kreatif dan berbicara sesuai data, Jelas Fachrul Razi disambut tepuk tangan meriah oleh seluruh peserta.

Ruslan tambak juga sebagai salah satu pemateri lainnya menyampaikan pengalaman hal jurnalistik sudah sangat lama dan hari ini memilih jalan menjadi wartawan daripada menjadi pegawai negeri.

Menariknya dengan gaya yang sangat sederhana ia juga menyampaikan hal jurnalistik ala milenial, kuasailah informasi, raihlah ilmu melalui jenjang pendidikan dan berliburlah jika ada waktu luang. Jiwa kritis penting, akan tetapi manfaat aktualisasi kritis jauh lebih penting,tutupnya.

Acara ini turut di hadiri oleh Direktur LSM Aceh Woman for Peace Foundation (Irma Sari, SH.I), Maslina SH (Perwakilan Badan Pamantau Pelayanan Public Kota Banda Aceh) dan para Mantan Aktivis mahasiswa lainnya. (Alja)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here