Home Agama Agus : Covid-19 Buat Dunia Takut Lebih Dari Perang Nuklir dan Aceh...

Agus : Covid-19 Buat Dunia Takut Lebih Dari Perang Nuklir dan Aceh Era 80 an

279
0
Agus : Covid 19 Buat Dunia Takut Lebih Dari Perang Nuklir dan Aceh 80 an. (Alja)

Advokasirakyat.id | Banda Aceh– Virus Corona benar-benar membuat masyarakat tidak bisa melakukan apa-apa, seluruh kegiatan diberhentikan kecuali polisi dan para perawat serta dokter di rumah sakit yang tetap melakukan tugasnya, demikian disampaikan Agus Junaidi, Ketua Sekolah Pemimpin Muda Aceh (SPMA) Aceh Barat yang juga Mantan Sekretaris Jenderal DEMA UIN Ar-Raniry 2018.

“Kita tahu semua bahwa virus corona yang asalnya dari China benar-benar berbahaya dan mematikan, dan di Indonesia sendiri sudah termasuk yang banyak positif corona dan ada 50-an yang sudah meninggal dunia akibat corona, dan dengan Aceh sendiri sudah ada yang positif dan meninggal dunia pada kamis, 25 Maret 2020,” Jelas Agus yang juga alumni Sekolah Literasi ini.

Dengan adanya yang meninggal, positif corona di Aceh, membuat seluruh masyarakat Aceh makin resah dan panik.

“Seluruh kota di dunia seperti kota mati, bahkan di Aceh sendiri, dengan adanya surat edaran dari Plt Gubernur Aceh untuk berdiam diri dirumah (Lockdownd). Hal ini tentu sudah sewajarnya untuk berdiam diri dirumah atau biasa disebutkan oleh kaum muda adalah stay at home,” tambah alumni Hukum Tata Negara UIN Ar-Raniry ini

Pastinya ketika kita berdiam diri saja dirumah tentunya pasti banyak pertanyaan yang ada pada pikiran kaum masyarakat menengah kebawah, jika stay at home cuma satu atau dua hari okelah, bagaimana dengan empat belas (14) hari bahkan baru-baru ini covid 19 makin membuat masyarakat makin resah dan mungkin masa Lockdownd pun diperpanjang.

“Apa yang bisa dimakan oleh masyarakat, apakah cukup dengan air putih saja ? Tentunya tidak.”

Nah, Pemerintah Aceh wajib memikirkan hal demikian jangan sampai nanti terjadi yang tidak kita inginkan. Ketika kita menghindari virus corona tapi malah mendapat musibah lain lagi, yaitu mati kelaparan. Ini yang harus dipikirkan oleh pemerintah.

“Jika memang pemerintah tidak siap dalam hal ini, konsultasi pada ulama dan Akedemisi, karena ide dan gagasan ulama dan Akedemisi pasti sangat cemerlang,” lanjutnya.

Jika hal ini sudah terjadi, tapi tidak juga membuahkan hasil mohon kepada pemerintah untuk membuat satu edaran atau aturan bahwasanya masyarakat menengah keatas untuk menyalurkan sedikit rezeki kepada masyarakat menengah kebawah.

Pasti penyalurannya butuh suatu wadah untuk membuat masyarakat menengah keatas percaya dan tidak dibohongi oleh oknum tertentu.

“Mungkin untuk membuat masyarakat percaya langsung saja pemerintah tidak harus membentuk lembaga tapi saya rasa cukup melalui media saja, yang memang selalu pro terhadap rakyat bukan media yang patuh terhadap oknum pemerintah,” tutup Agus yang juga Pemuda Aceh Barat. (Alja)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here