Home Agama Pemerintah Tebang Pilih Dalam Pembongkaran Bangunan Sepanjang DAS Krueng Aceh

Pemerintah Tebang Pilih Dalam Pembongkaran Bangunan Sepanjang DAS Krueng Aceh

98
0
Pemerintah Tebang Pilih Dalam Pembongkaran Bangunan Sepanjang DAS Krueng Aceh. (Foto : Ist)
Laporan : Reza Advokasi

AdvokasiRakyat.id | ACEH BESAR – Sekretaris Jenderal Dewan Eksekutif Mahasiswa, Amirul Haq menyayangkan pembongkaran bangunan non permanen di sepanjang jalan DAS Krueng Aceh ditengah Pandemi Covid.

Berdasarkan surat permintaan Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatra I kepada Bupati Aceh besar, bertanggal 12 Februari 2020 dengan nomor SA.0401-Bws 1/185. Bupati Aceh Besar melalui surat bertanggal 6 Juli 2020 dengan nomor 614/2804 memerintahkan untuk membongkar seluruh bangunan di Sepanjang Daerah Aliran Sungai atau DAS Krueng Aceh.

Menurutnya, Pembomgkaran itu sangat tergesa-gesa tanpa melihat fenomena dan kondisi yang kini sedang dialami masyarakat. Terutama masyarakat yang tinggal dan bermata pencaharian dengan memanfaatkan bantaran Krueng Aceh.

Menurut Amirul, penertiban yang dilakukan oleh Pemerintah dan pihak terkait di sepanjang DAS Krueng Aceh hanya menyasar bangunan yang dibangun dan dikelola oleh masyarakat kecil yang kebanyakan bangunan itu sendiri bukan bangunan yang sifatnya permanen, Tepis Amirul.

Pemuda Aceh Besar ini juga menilai pemerintah tebang pilih dalam melaksanakan penertiban bangunan. Bangunan seperti Kandang Sapi dan bangunan lainnya yang kebanyakan dimiliki masyarakat kecil seperti target utama dari pembongkaran tersebut. Seharusnya jika bangunan seperti Kandang sapi tersebut dapat membahayakan sungai. Maka mengapa Gedung ANRI yang berada di jalur yang sama tak masuk dalam rencana pembongkaran, Tanya Amirul.

Hal dasar permasalahan dalam penertiban tersebut bukanlah ketidakrelaan dari masyarakat yang mencari nafkah dengan memanfaatkan daerah DAS tersebut. Melainkan karena tidak adanya opsi lain yang diberikan Pemkab Aceh Besar terhadap keterjaminan pekerjaan mereka pasca relokasi dan pembongkaran bangunan di sepanjang aliran sungai Krueng Aceh tersebut. Ditambah lagi dengan kondisi pandemi Covid-19 yang sedang melanda, seolah semakin memperlengkap derita masyarakat yang menggantungkan hidupnya di sepanjang DAS tersebut, Tambah Amirul.

Terakhir, kami berharap Pemerintah Aceh baik Provinsi maupun Kabupaten untuk memikirkan bagaimana keberlanjutan dari kehidupan masyarakat yang bergantung pada DAS tersebut, Jika memang bangunan-bangunan yang dimiliki masyarakat di daerah tersebut harus dibongkar, Pemerintah harus menyediakan lahan ditempat lain untuk masyarakat berusaha dan memperoleh penghasilan demi melanjutkan kehidupan mereka padahal sekarang dalam kondisi sedang force mejeure dimana ekonomi masyarakat semakin merosot, Tutupnya. (AA)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here