Home Berita Utama Dugaan Korupsi Pada Pembangunan DLT dan Stadion, KPK Diminta ‘Saweu Nagan’

Dugaan Korupsi Pada Pembangunan DLT dan Stadion, KPK Diminta ‘Saweu Nagan’

275
0
Dugaan Korupsi Pada Pembangunan DLT dan Stadion, KPK Diminta Saweu Nagan. (*)
Laporan : Aduen Alja

AdvokasiRakyat.id | Suka Makmue – ikhsan  nudin salah satu Mahasiswa asal Kabupaten Nagan Raya,mendesak Komite Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusut tuntas dugaan korupsi di Aceh.

Hal tersebut dikatakan Ikhsan kepada media ini pada jum’at (25/6) melalui sambungan telepon seluler.

Terkait kedatangan tim anti rasuah ke Provinsi Aceh, dalam rangka pemeriksaan pejabat yang diduga penyalahgunaan pembelian kapal aceh hebat.Selain itu,KPK juga melakukan pemeriksaan terhadap pekerjaan proyek Multi Year di Aceh

Untuk itu,ikhsan berharap kepada KPK agar dapat menangkap pelaku korupsi di Aceh, karena dengan ulah oknum tersebut telah menghambat pembangunan di wilayah Provinsi Aceh. Kebijakan yang menyelamatkan uang rakyat harus kita dukung penuh dengan harapan dapat menjadi tersangka sebagai upaya pemberantasan korupsi. Sebutnya.

Menurut ikhsan yang merupakan Mahasiswa yang sekaligus sekum Ipelmanar-meulaboh, semoga KPK akan bekerja secara Profesional dalam pemeriksaan terhadap pejabat Aceh maupun tingkat Kabupaten dan Kota

Sedangkan terkait dengan pemeriksaan lima pejabat asal Kabupaten Nagan Raya,Ikhsan juga mengharapkan dapat di usut dengan tuntas terhadap pemberian izin PLTU 3,4 di Suak Puntong Kuala Pesisir Kabupaten setempat.

Hal lain Ikhsan juga meminta KPK mengusut beberapa proyek yang didalamnya terindikasi praktik Korupsi yang terjadi di Kabupaten Nagan Raya, pembangunan danau laut tadu yang total anggarannya 2,2 M bersumber dari dana otsus juga belum rampung dan kita mencium bau busuk didalam hal pembangunan secara berkala ini.

Pun demikian, Dugaan Korupsi juga menyengat di kabupaten penghasil batu giok raksasa ini. Ikshan mengatakan dalam pembangunan dan perawatan stadion juga ada yang belum terungkap, pasalnya kucuran dana tahun 2019-2020 ini juga mencapai angka milyaran rupiah.

Sebagaimana dilansir dihalaman Mitrapol.com indikasi korupsi di Dinas kebudayaan pariwisata pemuda dan olah raga dengan pekerjaan lanjutan pembangunan stadion yang menelan anggaran milyaran rupiah ini diduga sarat dengan penyelewengan.

Hasil investigasi awak media mitrapol dilapangan mendapati proyek pekerjaan tersebut sangat memprihatinkan sehingga patut diduga proses lanjutan pembangunan sejak tahun anggaran 2019 dan 2020 telah terjadi dugaan korupsi yang mengakibatkan mutu proyek tersebut sangat rendah.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua LSM Independen Nasionalis Anti Korupsi (inakor)Kabupaten Nagan Raya T.Ridwan.Ssos.SH disaat melakukan investigasi kelokasi pembangunan mengatakan,”Kami sudah mengecek kelapangan dan benar bahwa kondisi saat ini sangat memprihatinkan, padahal dana yang dikucurkan di tahun 2019 sekitar 4 Milyar untuk timbunan dan penanaman rumput.

Namun, faktanya dilapangan saat ini jika rumput tersebut sangat jarang yang tumbuh dan bahkan saat hujan turun di lokasi tersebut terendam atau tergenang air, jelas ini ada yang gak beres dengan penimbunan dan pemasangan pipa serta pembangun riolnya,” ucap T. Ridwan.

Lebih lanjut Aktivis Anti korupsi ini mengatakan bahwa untuk tahun anggaran 2020 anggaran nya 2,4 Milyar dengan item pembangunan Track Joging juga bermasalah karena kondisi nya sudah mulai turun akibat tergenang, ia meminta kepada Penegak hukum dalam hal ini kepolisian dan kejaksaan agar segera melakukan penyelidikan dan penyidikan guna mengungkap dugaan korupsi ini demi menyelamatkan keuangan Negara dan harus diproses semua yang diduga terlibat bahkan harus diselidiki proses awal pelelangan terhadap pekerjaan tersebut ujarnya.

Untuk itu, Kami siap bersama KPK, dan siap berkontribusi dalam hal memberantas praktik kezaliman yang menghabiskan uang rakyat secara cuma-cuma untuk kepentingan pribadi.” Tambah Ikhsan yang juga kader Hijau Hitam ini.

Mudah mudahan, kehadiran KPK di Aceh dapat membuahkan hasil serta menangkap pelaku kejahatan yang merugikan Negara tersebut. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here