Home Berita Utama Paguyuban Budayawan Bandung Dukung Ketua DPD RI Perjuangkan Amandemen ke-5 Konstitusi

Paguyuban Budayawan Bandung Dukung Ketua DPD RI Perjuangkan Amandemen ke-5 Konstitusi

14
0
Paguyuban Budayawan Bandung Dukung Ketua DPD RI Perjuangkan Amandemen ke-5 Konstitusi.(*)
Laporan : Aduen Alja

AdvokasiRakyat.id | BANDUNG – Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti berkesempatan bertemu dengan sejumlah tokoh budayawan yang tergabung dalam berbagai paguyuban di sela-sela kunjungan kerjanya ke Bandung, Jawa Barat, Senin, (27/9/2021). Sebelum pertemuan dimulai, LaNyalla disambut oleh kesenian Lengser sebagai penyambutan.

Pada pertemuan yang digelar di Saung Sate Gaul, Cipatik, Bandung Barat itu, para tokoh budayawan tersebut menyatakan dukungannya kepada LaNyalla dalam memperjuangkan amandemen ke-5 Undang-Undang Dasar 1945.

Salah satu tokoh budayawan asal Bandung, Raden Deni Romli menjelaskan, para tokoh budayawan dari berbagai paguyuban melihat jika persoalan bangsa perlu diselesaikan melalui amandemen ke-5 Undang-Undang Dasar 1945. “Kami mendukung penuh langkah tersebut karena beliau adalah wakil kami. Kami berharap ada wakil atau calon perseorangan pada Pemilu 2024,” ujar Deni.

Ia menjelaskan, tokoh budayawan yang hadir pada kesempatan tersebut di antaranya berasal dari Paguyuban Jara Sabda, Sagara Hikmah, Macan Tunggara, PSSN, Maung Lodaya Siliwangi, Gajah Putih dan Jala Sutra. Mereka juga berasal tak hanya dari Bandung, tetapi ada pula yang berasal dari Majalengka, Sumedang dan berbagai wilayah lainnya di Jawa Barat.

LaNyalla yang didampingi Bustami Zainuddin (Lampung) Alexander Fransiscus (Bangka Belitung) dan Andi Muhammad Ihsan (Sulawesi Selatan) mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan budayawan Bandung. Senator asal Jawa Timur itu juga cukup senang dengan pertemuan ini. “Terima kasih atas dukungan yang diberikan kepada kami. Saya senang hari ini kita dapat memperluas persaudaraan,” tutur LaNyalla.

LaNyalla menjelaskan jika ia dan senator lain tengah bekerja keras memperjuangkan amandemen ke-5 konstitusi. “Kami ingin memperbaiki dari hulunya. Ini bukan soal hasrat politik, tetapi untuk mengembalikan marwah bangsa ini, sekaligus mengoreksi arah perjalanan bangsa ke depan,” papar LaNyalla. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here