Home Berita Utama Kepatuhan Masyarakat Indonesia dalam Membayar Pajak di Masa Pandemi Covid-19

Kepatuhan Masyarakat Indonesia dalam Membayar Pajak di Masa Pandemi Covid-19

10
0
Kepatuhan Masyarakat Indonesia dalam Membayar Pajak di Masa Pandemi Covid-19. (*)
Laporan : Aduen Alja

AdvokasiRakyat.id | JAKARTA – Pandemi Covid-19 yang berawal di akhir tahun 2019 telah mengubah begitu banyak aspek kehidupan seluruh dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Penurunan tingkat konsumsi masyarakat, peningkatan pengangguran, ketidakpastian bagi dunia usaha, hingga  perubahan  perilaku  masyarakat  ke  arah  digital  menyebabkan  disrupsi  bagi  sistem perpajakan Indonesia.

Kondisi ini mengakibatkan penerimaan pemerintah menjadi rendah (Santoso, 2021). Menurut Menteri Keuangan Indonesia menyatakan bahwa sampai  pada  akhir  tahun  2020  penerimaan  pajak  telah  mencapai 85,65%  dari  target penerimaan  pajak  sebesar  Rp.  1.198,8  trilliun  dengan  tingat  kepatuhan  mencapai  78%(Kementerian   Keuangan,   2020).

Tingkat kepatuhan Wajib Pajak  non karyawan dalam menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan mengalami penurunan  yang signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya (Kementerian Keuangan,  2020).

Kondisi perekonomian Indonesia saat pandemi jika dipandang dari sudut pandang perpajakan, tidak hanya mempengaruhi penerimaan pajak yang akan didapat, tetapi juga respon wajib pajak terhadap kewajiban  perpajakan.

Pada penelitian yang dilakukan oleh Heinemann (2010),  disebutkan bahwa ketika dalam situasi krisis ekonomi, dorongan wajib pajak dalam mematuhi kewajiban perpajakan mengalami penurunan. Situasi ini jika dipandang dari sisi wajib pajak seperti yang dikutip dalam penelitian Brondolo (2009) bahwa ketika terjadi krisis ekonomi, wajib pajak akan berpikir bahwa penegakan hukum tidak akan seketat sebelumnya.

Selain itu, wajib pajak juga akan merasa bahwa selalu ada wajib pajak lain yang melakukan penghindaran lebih besar sehingga apa yang dilakukan oleh wajib pajak tersebut memiliki risiko yang lebih kecil serta lebih dapat diterima secara sosial ketika terjadi krisis ekonomi.

Penelitian  terkait  dengan  kepatuhan  wajib  pajak  banyak  dilakukan  dengan  penelitian yang berjudul “Kepatuhan Wajib Pajak di Era Pandemi Covid-19 : Kesadaran Wajib Pajak, Pelayanan Perpajakan, Peraturan Perpajakan” oleh Reynaldo Tan;Yusak David Hizkiel ; Amrie Firmansyah; Estralita Trisnawati yang meneliti tingkat kepatuhan wajib pajak di kalangan tenaga kesehatan profesi dokter non rumah sakit.

Kondisi Pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini tentu akan sulit bagi masyarakat untuk berperilaku patuh, bahkan mungkin wajib pajak bersedia dikenakan sanksi pajak yang besar. Hanya wajib pajak sektor industri tertentu (pertanian, perkebunan, perikanan dan sumberdaya alam lain) maupun wajib pajak berpenghasilan tetap yang bertahan mengamankan kondisi menjadi wajib pajak patuh, sementara banyak wajib pajak yang tidak memiliki kemampuan membayar pajak.

Kebijakan pemerintah yang diperlukan saat ini diarahkan untuk:
Memperluas fasilitas pajak yang tidak hanya pada PPh 21, PPh 22, PPh 23, PPh 25 dan PPN Menghapus sanksi pajak yang cukup berat Menjalankan pemeriksaan pajak secara random dan ajeg meningkatkan kedekatan dengan wajib pajak melalui sosialisasi dan konsultasi terkait beberapa kebijakan pajak baru memperluas jejaring dengan praktisi pajak dan akademisi yang menjadi media komunikasi dengan wajib pajak maupun calon wajib pajak.

Sedangkan menurut Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo ada 4 strategi Kementrian Keuangan dalam meningkatkan kepatuhan pajak, yaitu : Memperbaiki pelayanan agar Wajib Pajak mau membayar pajak secara sukarela Meningkatkan jumlah tenaga pemeriksa di Direktorat Jenderal Pajak untuk memperbaiki kualitas penegakkan hukum Melakukan kegiatan sosialisasi maupun edukasi secara berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran atas pentingnya membayar pajak Melakukan internalisasi nilai-nilai Kementrian Keuangan untuk menguatkan moral dan integritas pegawai pajak dalam menjalankan tugas secara professional. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here